Komisi C Salurkan Zakat melalui Baznas

0
36

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Sunarto, menghimbau kawan-kawannya kalangan legislatif untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara. Hal tersebut dia kemukakan ketika menerima audiensi Baznas di ruang serbaguna DPRD Kabupaten Jepara, Jumat (1/3). Hadir dalam audiensi itu, Ketua Baznas KH. Masun Duri bersama wakilnya KH. Noor Rohman Fauzan beserta pelaksana Baznas Kabupaten Jepara. Sedangkan anggota Komisi C yang hadir bersama Sunarto adalah Sri Lestari dan Siti Rodliyah.
Pernyataan Sunarto didasarkan pada perolehan dana zakat dan sedekah tahun 2018. Perolehan itu dilaporkan Masun Duri. Dari total perolehan Rp 2,5 miliar lebih, zakat dari anggota DPRD tercatat baru Rp 13,6 juta.
“Dan ini semuanya dari Komisi C. Mestinya Komisi-Komisi yang lain ikut menyalurkan lewat Baznas. Karena ini lembaga resmi. Kami akan mendorong,” kata Sunarto.
Komisi C juga akan memberi dukungan agar penyaluran zakat dan sedekah aparatur di Jepara, dilakukan melalui Baznas. “Payung hukum yang baru diterbitkan Pak Bupati itu, kan, senjata. Baznas silakan menggunakan senjata ini untuk optimalisasi. Apalagi manfaat Baznas sudah benar-benar dirasakan masyarakat,” tandas Sunarto.
Payung hukum dimaksud adalah Perbup Nomor 4 tahun 2019, tentang Tata Cara Pemungutan Zakat Bagi ASN yang Beragama Islam. Melalui Perbup ini, ASN bergaji minimal 1 nisab setara Rp 3,5 juta, dikenakan zakat profesi sebesar 2,5 persen. Sedangkan yang bergaji di bawah nisab, dianjurkan infaq sebesar 1,5 persen.
“Dengan perbup ini zakat yang dihimpun Baznas akan meningkat. Di luar ASN juga bisa digarap. Termasuk kami-kami anggota dewan,” jelasnya.
Sebelum penerbitan Perbup ini, ASN menjadi andalan penghimpunan zakat dan sedekah oleh Baznas. Dari total Rp 2,5 miliar yang dihimpun tahun lalu, hampir 100 persen berasal dari ASN.
Masun Duri melaporkan, dana ini disalurkan ke 8 asnaf atau golongan penerima zakat dalam berbagai program.
“Kami telah menyerahkan bantuan kepada 31 orang dalam bentuk pemberdayaan UKM. Per orang Rp 7 juta. Bentuknya Rp 6 juta untuk peralatan berdagang bakso atau mie ayan, dan Rp 1 juta dalam bentuk modal,” kata Masun mengawali laporannya. Sebelumnya, penerima program mendapat pelatihan.
Sebagaimana program penyaluran lain, tahun ini kegiatan tersebut akan dilanjutkan. Bentuk program lain adalah bantuan fakir miskin untuk 1600 orang masing-masing Rp 200 ribu.
Yang terbesar adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni, sebanyak 32 rumah. Masing-masing 2 unit per kecamatan, se-Kabupaten Jepara.
Di Karimunjawa masing-masing senilai Rp 36 juta per unit. Sedangkan di Jepara daratan masing-masing Rp 30 juta per unit. Ada pula bantuan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak sebanyak 24 lembaga masing-masing x Rp 2 juta.
Baznas juga menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah dalam bentuk bantuan bencana. Sebagaimana di Desa Kunir Rp 26 juta, serta di luar daerah. Ada juga rehab rumah mualaf masing-masing senilai 15 juta per rumah. Bentuk lainnya pemberdayaan peningkatan akidah mualaf.
“Sebagai anggota Muslimat, saya sudah melihat sendiri bagaimana bagusnya program-program ini. Saya sudah pernah melihat langsung rehab rumah tidak layak huni dari Baznas. Hasilnya bagus. Kita akan terus mendukung,” kata anggota Komisi C, Siti Rodliyah. #dprdjepara